Sabtu, 12 Januari 2013

Menikmati Menu Melayu dengan Harga Terjangkau


Kopi tiam atau kedai kopi, dalam bahasa Melayu, banyak ditemukan di Jakarta beberapa tahun terakhir. Salah satunya KL Village KopiTiam di Jalan Jaksa 21-23, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.
Kedai yang berdiri sejak tahun 2008 ini tak hanya menawarkan kopi tarik, minuman yang selalu ada di kedai kopi, namun berbagai macam jenis makanan juga tersedia.
Mulai dari toast, bubur ayam, bubur telur, bubur ayam jamur, capcay campur, kangkung oyster, kailan ikan asin, sup buntut, sup ayam, sup seafood, canai kosong, canai telur, canai pisang, canai strawberry, canai salad, dan rasa lainnya.
Lalu tersedia pula nasi lemak telur, nasi lemak ayam goreng, nasi lemak ayam kari, nasi biryani ayam madu, nasi biryani bakar, nasi biryani sapi, meehun, kwetiau, tomyam, ikan kembung, ikan bawal, spaghetti bologna, chicken steak, lasagna, dan masih banyak menu lainnya.
Sedangkan minumannya tersedia teh tarik, kopi tarik, kopi gingseng, barley, ice blended, jus buah, dan lainnya.
Untuk rasa, kedai ini menawarkan citarasa otentik tetapi disesuaikan dengan harga yang terjangkau. Sebut saja menu nasi biryani ayam madu. Nasi dengan bumbu-bumbu rempah-rempah seperti ketumbar, kunyit, jahe, lada hitam, cengkeh, kapulaga, dan lainnya disandingkan dengan ayam bumbu madu, serta sedikit acar, dan opak. Rasanya? Komplet. Pasalnya gurih dari nasi bercampur dengan manis dari ayam, dan acar yang sedikit asam.
Jika tak ingin makan berat, menu Canai Telur. Roti yang berasal dari India ini disajikan dengan kuah kari yang ringan. Cocok untuk snacking. Menikmati roti canai tak lengkap jika tidak ditemani Kopi Tarik. Kopi susu yang ditarik-tarik ini dapat dipesan hangat atau dingin.
Jika kita ingin melepas dahaga, isi mengisi perut, atau hanya nongkrong, kopitiam ini pas untuk dikunjungi karena tersedia Shisa beraneka rasa. Bahkan saat dini hari sekali pun.
Berkunjung di kedai yang menyediakan seat indoor dan outdoor ini tak perlu merogoh kocek dalam. Pasalnya untuk minuman dipatok Rp 3.000 - Rp 22.000 dan makanannya dibanderol Rp 4.000 - Rp 31.000.
"Saya sering makan di sini, karena saya suka makanan khas Melayu yang mirip makanan India dan Pakistan. Harganya terjangkau kalau dibandingkan resto kayak gini," ujar Raiza, salah satu pengunjung, kepada Tribunnews.com. (Agustina Rasyida)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar